A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: active_host

Filename: helpers/mhosts_helper.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/helpers/mhosts_helper.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/dash/models/publikasi/slide/Slide_model.php
Line: 107
Function: getHostActive

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 492
Function: getList

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 473
Function: detailDprd

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: active_host

Filename: helpers/mhosts_helper.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/helpers/mhosts_helper.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/dash/models/publikasi/slide/Slide_model.php
Line: 107
Function: getHostActive

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 496
Function: getList

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 473
Function: detailDprd

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: active_host

Filename: helpers/mhosts_helper.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/helpers/mhosts_helper.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/dash/models/publikasi/slide/Slide_model.php
Line: 107
Function: getHostActive

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 501
Function: getList

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/application/modules/berita/controllers/Berita.php
Line: 473
Function: detailDprd

File: /home/dprdbanyuwangika/public_html/v2/index.php
Line: 319
Function: require_once



Bahas KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021,Banyaknya Reklame Tak Berizin jadi Sorotan komisi 1
Background

Berita

1631709122_IMG-20210915-WA0046.jpg

Bahas KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021,Banyaknya Reklame Tak Berizin jadi Sorotan komisi 1

94847 dibaca    15 September 2021    19:32 WIB

Banyuwangi - Bahas KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2021, Komisi DPRD banyuwangi menggelar rapat kerja bersama SKPD mitra kerja diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu serta Satpol PP, Selasa kemarin.Dalam rapat, selain membahas dokumen cikal bakal Perubahan APBD Tahun 2021, Komisi I juga menyoroti banyaknya papan reklame di Banyuwangi yang belum memiliki ijin. Dan berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menertibkan.Ketua Komisi I, Irianto,SH mengatakan, keberadaan papan

reklame atau billboard yang tidak memiliki izin resmi berdampak pada hilangnya penerimaan daerah hingga miliaran rupiah.“ Banyaknya billboard atau papan reklame tidak berijin secara otomatis pemiliknya tidak membayar pajak sehingga sangat berpengaruh terhadap penerimaan PAD , “ ucap Irianto saat dikonfirmasi Awak Media, Rabu (15/09/2021)Berdasarkan keterangan yang disampaikan SKPD terkait, jumlah papan reklame yang tidak memiliki izin di Banyuwangi ratusan dan tersebar di seluruh wilayah kecamatan, sehingga potensi PAD dari pajak reklame dari tahun ke tahun tidak pernah memenuhi target yang telah ditentukan.“ Realisasi pajak reklame hingga saat baru terealisasi sekitar 30 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp.6,4 miliar, kita minta Pemda untuk merobohkan papan reklame bodong karena tidak memberikan kontribusi kepada PAD , “ ucapnya.Selanjutnya terkait dengan KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2021, banyak SKPD mitra kerja Komisi I melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 khusunya untuk dukungan penyediaan belanja kesehatan,operasional pelaksanaan vaksinasi distribusi,pengamanan dan tempat penyimpanan vaksin serta insentif tenaga kesehatan.“Kita minta Dinas Kesehatan untuk segera memproses pencairan insentif tenaga kesehatan karena mereka garda terdepan dalam penanganan covid-19, selain itu kebutuhan obat maupun vitamin harus selalu tersedia , “ pungkas Irianto.